Rabu, 25 Maret 2015

KOMUNIKASI THERAPEUTIK



A.    Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu pertukaran pikiran, perasaan, pendapat dan pemberian nasehat yang terjadi antara dua orang atau lebih yang bekerjasama.
1.       Komunikasi Tertulis
Proses penyampaian informasi dengan mengembangkan melalui suatu metode penulisan.
2.       Komunikasi Verbal (langsung)
Tujuan dari komunikasi verbal adalah assertiveness. Dimana pelaku asertif adalah suatu cara berkomunikasi yang memberikan kesempatan individu untuk mengekspresikan perasaannya secara langsung, jujur, dan dengan cara yang sesuai tanpa menyinggung perasaan orang lain yang di ajak berkomunikasi.
3.       Komunikasi Non Verbal
Adalah komunikasi dengan menggunakan ekspresi wajah, gerakan tubuh dan sikap tubuh atau body languange.
Berikut adalah kunci bagian komunikasi non verbal yang dapat terjadi tanpa atau dengan komunikasi verbal diantaranya :
1.       Lingkungan
2.       Penampilan
3.       Kontak mata
4.       Postur tubuh
5.       Ekspresi wajah
6.       Suara
Komponen dalam komunikasi di jelaskan oleh Potter & Perry, yaitu sbb :
a.       Komunikator (penyampai informasi atau sumber informasi)
b.      Komunikan (penerima informasi/memberi respon terhadap stimulus yg disampaikan oleh komunikator)
c.       Pesan (gagasan/pendapat, fakta, informasi yg disampaikan)
d.      Media komunikasi (saluran yg dipakai untuk menyampaikan informasi)
e.      Kegiatan “encoding” (perumusan pesan oleh komunikator sebelum disampaikan kepada komunikan)
f.        Kegiatan “decoding” (penafsiran pesan oleh komunikan pada saat menerima pesan)
Komunikasi menjadi penting karena :
a.       Dapat merupakan sarana terbina hubungan yang baik antara pasien dan tenaga kesehatan
b.      Dapat melihat perubahan perilaku yang terjadi pada pasien
c.       Dapat sebagai kunci keberhasilan tindakan kesehatan yang telah dilakukan
d.      Dapat sebagai tolak ukur kepuasan pasien
e.      Dapat sebagai tolak ukur komplain tindakan dan rehabillitasi

B.      Pengertian Komunikasi Terapeutik
Komunikasi Terapeutik adalah hubungan interpersonal antara perawat dan pasien, dalam hubungan ini perawat dan pasien memperoleh pengalaman belajar bersama dalam rangka memperbaiki pengalaman emosional pasien (Stuart G.W)
Komunikasi Terapeutik adalah komunikasi yang memiliki makna terapeutik bagi klien dan dilakukan oleh perawat untuk membantu klien mencapai kemballi kondisi yang adaptif dan positif.

C.      Tujuan Komunikasi Terapeutik
Komunikasi terapeutik bertujuan untuk mengembangkan pribadi klien ke arah yang lebih positif  atau adaptif dan di arahkan pada pertumbuhan klien yanng meliputi :
1.       Realisasi diri, penerimaan diri dan peningkatan penghormatan diri. Melalui komunikasi terapeutik diharapkan terjadi perubahan dalam diri klien .
2.       Kemampuan membina hubungan interpersonal yang tidak superfisial dan saling bergantung dengan orang lain
3.       Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan yang realistis.
4.       Rasa identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri

D.      Prinsip Dasar Komunikasi Terapeutik
Komunikasi terapeutik meningkatkan pemahaman dan membantu terbentuknya hubungan yang konstruktif di antara perawat-klien. Sangat penting bagi perawat untuk memahami prinsip dasar komunikasi terapeutik berikut ini :
1.       Betty, Dult (2004). Menyatakan hubungan antara perawat dan klien adalah hubungan terapeutik yang saling menguntungkan , didasarkan pada prinsip “humanity of nurses and clients”. Hubungan ini tidak hanya sekedar hubungan antara perawat dan klien nya tetapi hubungan antara manusi yang bermartabat.
2.       Perawat harus menghargai keunikan klien, menghargai perbedaan karakter, memahami perasaan dan perilaku klien dengan melihat perbedaan latar belakang keluarga, budaya dan  keunikan setiap individu.
3.       Semua komunikasi yang dilakukan harus dapat menjaga harga diri pemberi maupun penerima pesan.
4.       Suryani (2005) menyatakan komunikasi  yang menciptakan tumbuhnya rasa saling percaya harus dicapai terlebih dahulu sebelum menggali permasalahan dan memberikan alternatif pemecahan masalah. Hubungan saling percaya antara perawat dan pasienn adalah kunci dari komunikasi terapeutik.
Sudiarti (2004) menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi terapeutik yaitu sbb :
1.       Perawat harus mengenal dirinya sendiri yang berarti menghayati, memahami dirinya sendiri serta nilai yang dianut
2.       Komunikasi harus ditandai dengan sikap saling menerima, saling percaya dan saling menghargai.
3.       Perawat harus memahami, menghayati nilai yang di anut oleh pasien
4.       Perawat harus menyadari pentingnya kebutuhan pasien baik fisik maupun mental
5.       Perawat harus menciptakan suasana yang memungkinkan pasien memiliki motivasi untuk mengubah dirinya
6.       Perawat harus mampu menguasai perasaan diri sendiri secara bertahap
7.       Mampu menentukan batas waktu yang sesuai dan dapat mempertahankan konsistensinya
8.       Memahami betul arti simpati sebagai tindakan yang terapeutik
9.       Kejujuran dan komunikasi terbuka merupakan dasar dari hubungan terapeutik
10.   Mampu berperan sebagai role model  agar dapat menunjukan dan meyakinkan orang lain tentang kesehatan
11.   Disarankan untuk mengekspresikan perasaan yang dianggap mengganggu
12.   Perawat harus menciptakan suasana yang memungkinkan pasien bebas berkembang tanpa rasa takut
13.   Altruisme, mendapatkan kepuasan dengan cara menolong orang lain secara manusiawi
14.   Berpegang pada etika dan cara berusaha sedapat mungkin keputusan berdasarkan prinsip kesejahteraan manusia.
15.   Bertanggung jawab dalam dua dimensi yaitu tanggung jawab terhadap dirinya atas tindakan yang dilakukan dan tanggung jawab terhadap orang lain.

E.       Tahapan Komunikasi Terapeutik
1.       Tahap Persiapan
Dalam tahapan ini perawat menggali perasaan dan menilik dirinya dengan cara mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dirinya. Pada tahap ini juga perawat mencari informasi tentang kliensebagai lawan bicaranya. Tahapan ini dilakukan perawat dengan tujuan mengurangi rasa cemas perawat sebelum melakukan terapeutik kepada klien.
2.       Tahap Perkenalan / Orientasi
Tujuan dalam tahap ini adalah memvalidasi keakuratan data dan rencana yang telah dibuat sesuai dengan keadaan klien saat ini, serta mengevaluasi hasil tindakan yang telah lalu. Tugas perawat dalam tahap perkenalan adalah :
a.       Membina rasa saling percaya, menunjukkan penerimaan dan komunikasi terbuka
b.      Merumuskan kontrak (waktu, tempat pertemuan dan topik pembicaraan) bersama-sama dengan klien dan menjelaskan kembali kontrak yang telah disepakati bersama
c.       Menggali pikiran dan perasaan serta mengidentifikasi masalah klien yang umumnya dilakukan dengan menggunakan tekhik komunikasi pertanyaan terbuka
d.      Merumuskan tujuan interaksi denngan klien. Sangat penting bagi perawat untuk melaksanakan tahapan ini dengan baik karena tahapan ini merupakan dasar dari hubungan terapeutik
3.       Tahap Kerja
Merupakan inti dari keseluruhan komunikasi terapeutik (Stuart G.W). di bagisn akhir tahap ini, perawat diharapkan mampu menyimpulkan percakapannya denngan klien. Teknik menyimpulkan ini merupakan usaha untuk memadukan dan menegaskan hal-hal penting dalam percakapan, dan membantu perawat dan klien memiliki pikiran dan ide yang sama.
4.       Tahap Terminasi
Terminasi merupakan akhir dari pertemuan perawat dan klien (Stuart G.W). tahap terminasi di bagi dua yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir. Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat dan klien, setelah hal ini dilakukan perawat dan klien masih akan bertemu kembali. Sedangkan terminasi akhir dilakukan oleh perawat setelah menyelesaikan seluruh proses keperawatan. Tugas perawat dalam tahap terminasi adalah :
a.       Mengevaluasi pencapaian tujuan dari interaksi yang telah dilaksanakan (evaluasi objektiv)
b.      Melakukan evaluasi subjektiv dengan cara menanyakan perasaan  klien setelah berinteraksi dengan perawat.

F.     Sikap Dalam Melakukan Komunikasi Terapeutik
Tindakan / sikap yang harus dilakukan ketika menunjukkan kehadiran secara fisik :
1.       Berhadapan dengan lawan bicara
2.       Sikap tubuh terbuka ; kaki dan tanngan terbuka (tidak bersilangan)
3.       Menunduk/memposisikan tubuh ke arah/lebih dekat dengan lawan bicara
4.       Pertahankan kontak mata, sejajar dan natural
5.       Bersikap tenang

G.    Teknik Komunikasi Terapeutik
1.       Mendengarkan dengan penuh perhatian
a.       Pandang klien saat berbicara
b.      Pertahankan kontak mata yang memancarkan keinginan untuk mendengarkan
c.       Sikap tubuh yang menunjukkan perhatian
d.      Hindarkan gerakan yang tidak perlu
e.      Anggukkan kepala jika klien membicarakan hal penting atau memerlukan umpan balk
f.        Condongkan tubuh ke arah lawan bicara
2.       Menunjukkan penerimaan
a.       Mendengarkan tanpa memutuskan pembicaraan
b.      Memberikan umpan balik verbal yang menampakkan pengertian
c.       Memastikan bahwa isyarat non verbal sesuai dengan komunikasi verbal
d.      Menghindari untuk berdebat, mengekspresikan keraguan, atau mencoba untuk mengubah pikiran klien
e.      Perawat dapat menganggukan kepalanya atau berkata “ya” jika mengerti apa yang dikatakan klien
3.       Menanyakan pertanyaan yang berkaitan
4.       Mengulang ucapan klien dengan menggunakan kata-kata sendiri
5.       Klarifikasi apabila terjadi kesalahpahaman
6.       Memfokuskan
7.       Menyampaikan hasil observasi
8.       Menawarkan informasi
9.       Diam, agar klien dapat berkomunikasi terhadap dirinya sendiri
10.   Meringkas pembicaraan dengan klien
11.   Memberikan penghargaan
12.   Menawarkan diri
13.   Memberi kesempatan kepada klien untuk memulai pembicaraan
14.   Menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan
15.   Menempatkan kejadian secara teratur akan menolong perawat dan klien untuk melihatnya dalam suatu perspektif.
16.   Menganjurkan klien untuk menguraikan persepsinya’
17.   Refleksi, menganjurkan klien untuk mengemukakan dan menerima ide dan perasaannya sebagai bagian dari dirinya sendiri.

H.     Hubungan Perawat Dan Klien / Helping Relationship
Helping Relationship adalah hubungan yang terjadi diantara dua (atau lebih) individu maupun kelompok yang saling memberikan dan menerima bantuan atau dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Dalam hal ini perawat bertibdak sebagai penolong (helper) membantu klien sebagai orang yang membutuhkan pertolongan untuk mencapai tujuan yaitu terpenuhinya kebutuhan dasar manusia.
Karakteristik seorang perawat yang dapat memfasilitasi tumbuhnya hubungan terapeutik adalah :
1.       Kejujuran
2.       Tidak membingungkan dan cukup ekspresif
3.       Bersikap positif
4.       Empati bukan simpati
5.       Hubungan terapeutik perawat –klien

PERBEDAAN SIKLUS MENSTRUASI ANTARA IBU YANG MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI IUD DENGAN KONTRASEPSI SUNTIK DI DUSUN GENENG SENTUL SIDOAGUNG GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA