Selasa, 24 Maret 2015

HOME CARE



A.    Pengertian Home Care
Home Care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang di berikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka (Departemen Kesehatan, 2002)
Home Heath Care adalah sistem dimana pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial diberikan di rumah kepada orang-orang cacat atau orang-orang yang harus tinggal dirumah karena kondisi kesehatnnya (Neis dan Mc Ewen, 2001)
Home Care dapat didefinisikan sebagai perawatan dirumah merupakan lanjutan asuhan keperawatan dari rumah sakit yang sudah termasuk dalam rencana pemulangan (discharge planning) dan dapat dilaksanakan oleh perawat dari rumah sakit semula, perawat komunitas dimana pasien berada atau tim keperawatan khusus yang menangani perawatan dirumah.

B.    Konsep atau Model Teori Keperawatan Yang Mendukung Home Care
1.       Teori Lingkungan (Florence Nightingale)
Merujuk pada lingkungan fisik eksternal yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan yang meliputi lima komponen lingkungan terpenting dalam mempertahankan kesehatan individu yang meliputi udara bersih, air bersih, pemeliharaan yang efisien, kebersihan serta penerangan atau pencahayaan.
2.       Teori konsep manusia sebagai unit (Martha E. Rogers)
Dalam memahami konsep dan model teori ini, Rogers berasumsi bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda.
Menurut Rogers (1970) tujuan keperawatan adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan, mencegah kesakitan, dan merawat serta merehabilitasi klien yang sakit dan tidak mampu dengan pendekatan humanistik keperawatan.
3.       Teori Transkultural nursing (Leininger)
Tujuan teori ini adalah untuk memberikan pelayanan yang berbasis pada kultur.
4.       Theory of Human Caring (Watson, 1979)
Pandangan teori Jean Watson ini memahami bahwa manusia memiliki 4 cabang kebutuhan manusi yang saling berhubungan :
a.       Kebutuhan dasar biofisikial (kebutuhan untuk hidup : keb. Makanan dan cairan, keb eliminasi dan keb ventilasi).
b.      Kebutuhan psikofisikal ( kebutuhan fungsional :  keb aktivitas dan istirahat , keb seksual.
c.       Kebutuhan psikososial (kebutuhan untuk integrasi :  keb untuk berprestasi, keb organisasi)
d.      Kebutuhan intra dan interpersonal (kebutuhan untuk pengembangan : keb aktualisasi diri)
5.       Teori Self Care (Dorothea Orem)
Pandangan teori Orem dalam tatanan pelayanan keperawatan ditujukan kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan secara mandiri  serta mengatur dalam kebutuhannya. Ada dua bentuk teori self care :
a.       Perawatan diri sendiri (Self Care)
-          Self Care
-          Self Care Agency
-          Theurapetic Self Care Demand
-          Self Care Requisites
b.      Self Care Defisit
6.       Teori Dinamic dan Self Determination for Self Care (Rice)
Perawat sebagai fasilitator dan koordinator dari pilihan keseimbangan sehat sakit yang ditetapkan oleh pasien (Aziz Alimul Hidayat, 2004).

C.     Landasan Hukum Home Care
Landasan Hukum praktek perawat adalah :
1.       UU Kes. No. 23 th 1992 tentang kesehatan
2.       PP No. 25 th 2000 tentang pertimbangan keuangan pusat dan daerah
3.       UU No. 32 th 2004 tentang pemerintahan daerah
4.       UU No. 29 th 2004 tentanng praktik kedokteran
5.       Kepmenkes No. 1239 th 2001 tentang regestrasi dan praktik perawat
6.       Kepmenkes No. 128 th 2004 tentang kebijakan dasar puskesmas
7.       Kepmenkes No. 279 th 2006 tentang pedoman penyelenggaraan Puskesmas
8.       SK Menpan No. 94/KEP/M. PAN/11/2001 tentang jabatan fungsional pertawat
9.       PP No. 32 th 1996 tentang tenaga kesehatan
10.   Permenkes No. 920 th 1986 tentang pelayan medik swasta

D.    Skill Dasar Yang Harus Dikuasai Perawat
Home Care, SK Dirjen YAN MED NO HK. 00.06.5.1.311 menyebutkan ada 23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa dilakukan oleh perawat home care antara lain :
1.       Vital sign
2.       Memasang nasogastric tube
3.       Memasang selang susu besar
4.       Memasang cateter
5.       Pergantian tube pernapasan
6.       Merawat luka dekubitus
7.       Suction
8.       Memasang peralatan O2
9.       Penyuntikan (IV, IM, IC, SC)
10.   Pemasangan infus maupun obat
11.   Pengambilan preparat
12.   Pemberian huknah / laksatif
13.   Kebersihan diri
14.   Latihan dalam rangka rehabilitasi medis
15.   Transportasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan diagnostik
16.   Penkes
17.   Konseling kasus terminal
18.   Konsultasi / telepon
19.   Fasilitasi ke dokter rujukan
20.   Menyiapkan menu makanan
21.   Membersihkan tempat tidur pasien
22.   Fasilitasi kegiatan sosial pasien
23.   Fasilitasi perbaikan sarana pasien

E.     Kompetensi Dasar Prakter
1.       Memahami dasar-dasar anatomi, fisiologi, patologi tubuh secara umum
2.       Melaksanakan pemberian obat kepada pasien
3.       Memahami jenis pemeriksaan laboratorium dasar yang diperlukan oleh pasien
4.       Menunjukan kemampuan melakukan komunikasi terapeutik
5.       Menunjukan kemampuan mengasuh bayi, balita, anak dan lansia sesuai tingkat perkembangan
6.       Menunjukan kemampuan melayani pasien berpenyakit ringan
7.       Menerapkan keselamatan, kesehatan kerja dan Lingkunag Hidup
8.       Memahami kontinum sehat-sakit
9.       Memahami dasar-dasar penyakit sederhana yang umum dimasyarakat
10.   Memahami peningkatan kesehatan dan pelayanan kesehatan utama
11.   Memahami pemberian obat
12.   Memahami kemampuan interpersonal dan massa
13.   Prinsip-prinsip perkembangan manusia
14.   Memahami tahap-tahap perkembangan manusia
15.   Dewasa muda
16.   Memahami sikap pelayanan perawat sesuai dengan tahapan perkembangan
17.   Memahami tentang stres
18.   Memahami kebutuhan dasar manusia
19.   Memahami tentang kesehatan reproduksi
20.   Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
21.   Melakukan mobilisasi pasif terhadap pasien

F.     Lingkup Pelayanan Home Care
Menurut Nuryandari (2004) menyebutkan ruang lingkup pelayanan home care adalah :
1.       Pelayanan medik dan asuhan keperawatan
2.       Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik
3.       Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik
4.       Pelayanan informasi dan rujukan
5.       Pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kesehatan
6.       Hygiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan
7.       Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar